Perjalanan Nostalgia Mendayu Bersama Rasa

Lima tahun sudah kutinggalkan Kota Pahlawan bersama semua memory perjuangan menemukan pemikiran idealisku. Prinsip-prinsip ekonomi bisnis mulai ku bangun di sudut ruang kota ini. Terik saudara surya tak menyurutkan keinginanku merambah kota tua ini sekali lagi. Perubahan sangat mencolok dilihat dari kuda besi yang melewati jalur ekonomi tempat mallaby tewas.
Kota Wisata Batu
Istirahat sejenak bersama secangkir sahabat membakar semangatku melanjutkan perjalanan menemukan risau hati. Memilih melewati pegunungan menembus kawasan asing ditemani suara segerombolan kera yang berayun di kawasan Hutan Konservasi R.Suryo, membuat hati ini takjub akan melodi kehidupan ciptaan-Nya.

Indah nian puncak-puncak bukit sabana itu, serasa memanggil kaki lamaku untuk menuju kesana. Maaf kawan hijauku, kali ini aku hanya ingin merasakan kehangatan kenangan dalam kebekuan rasa. Semilir angin begitu menusuk raga tatkala melewati daerah Pacet menuju Cangar. Air hangat disini mengingatkanku beberapa memory kecil kala dulu, hanya senyum simpul yang bisa aku lakukan.

Adzan maghrib berkumandang, kuda besi ini berhenti bersuara di tepi kebun sayur. Duduk bersimpuh bersyukur atas nikmat-Nya. Meneguk kopi pahit menjadi kenikmatan tersendiri bersama remang lampu kota Batu. Sayup suara para insect membawakan lagu malam yang merdu di hati. Perjalanan berlanjut menuju Ngalam City setelah semangkok bakso memenuhi perutku.

Terpaan angin malam ini begitu lembut menggigit bulu wajahku bersama kabut sore. Sepanjang jalan kunikmati memory yang muncul di alam bawah sadarku. Masa sekolah menengah memang selalu mendekam dalam sisi otakku dan tak pernah bosan menggelitik senyum. Kawan lama pasti sudah mulai menciptakan poin-poin kecil untuk kehidupan di masa datang.

Lelahku disambut hangat oleh kawan lama di akinakonveksi, candaan mereka masih sama seperti dulu. Istirahat sejenak dan obrolan mereka mengenai wanita membuatku bosan. Mencari alasan ingin makan pun aku lakukan untuk menghilangkan penat dan mengobati kerinduan rasa. "Ada acara galasesa lho malam ini di sekolah", ucap salah satu kawanku saat aku pergi.

Acara tahunan itu membuatku tertarik untuk datang walaupun terlambat, ada satu orang yang ingin aku temui, "barakalloh, barakalloh, barokalloh" selalu terngiang di telingaku saat ini. Setiap ucapan beliau yang membawaku untuk selalu mencari keredhaan-Nya tak mungkin aku bisa melupakan dengan mudah. Pertemuanku dengan Beliau memang sudah menjadi jalan-Nya agar dibukakan hati ini akan kerelaan menerima ilmu.

Ditemani salah satu sahabat yang melebihi seperti saudara mengeksplorasi jalanan Kota Malang. Terima kasih ku haturkan untuk kawanku Candra, yang bersedia merelakan waktu menikmati keramahan salah satu kota wisata di Jawa Timur. Kita perlu main ke arjuno lho.. 😄

Dingin Malam Malang

Instagram