Review Romadhon Akhir

History Gate
Setelah sekian lama menghilang, akhirnya kabarmu lewat sang bayu datang juga. Obrolanku dengan saudaraku membuat hati ini ikut merasakan kesedihan. Sakit memang penolakan, tapi mau bagaimana lagi jika bidadarimu sudah mengatakan no feel / no insting. Sudahlah saudaraku, masih banyak bunga bermekaran di ladang lain, nikmati saja perjalanan kehidupan ini. Cerita lalu yang membuat beda saudaraku ternyata ujian dalam hidup, pelajaran penuh hikmah.

Memory terbuka kembali kepada hasil diskusi bersama abang, saudaraku lain yang suka pembahasan makna kehidupan. "Jodoh itu ibarat rumput, ketika akar hati tetap terpaut kepada-Nya dan tetap hidup, maka sebanyak apapun rumput itu dipotong dan diambil makhluk lain, maka akan tumbuh rumput yang lebih hijau dan segar." Seperti itulah obrolan kita bila bercengkrama bersama sang waktu dalam kesunyian malam.

Untuk saudaraku semoga menjadi pembelajaran buatmu akan datangnya kisah hati yang lain nantinya, memang kadang hidup ini tak sesuai ekspektasi hati yang merefleksikan do'a dalam jiwa penuh makna. Pun Gusti memiliki segudang cerita untuk para hamba yang merindukanNya, siang malam, setiap detik terpaut hati akan cintaNya, dalam keadaan hina pun masih tetap mengiba kepadaNya.


Lalu, apakah kita sebagai makhluk fana ini tak merindukanNya jika Dia sangat menyayangi kita dengan caraNya yang sangat menarik. Mungkin memang hati terasa sakit saat merasakan nikmat penolakan, bisa jadi Gusti membuatkan alur cerita lain untuk diri kita dimana logika tidak bisa berkata, seperti itulah pemikiran jiwa yang terlena akan nikmat rasa.

 Kala surya menyapa pagi
 Hati menerima lewat raga
 Ketika terik mulai menerpa
 Raga bosan membenci

   Jiwa tak bisa menolak rasa
   Indera pun harus bisa menerima
   Rasa manis pun bisa menjadi pahit
   Saat hati terbawa suasana sakit

 Semua berawal dari rasa
 Menikmati perjalanan cinta
 Menyusuri sungai kehidupanNya
 Berjalan bersama untuk memulai kembali

Ya, sebagai manusia kita harus bisa menerima semua rasa dariNya, bagaimana kita merasa dan mengembalikan semua itu kepadaNya, kembali tersenyum dan berjalan dalam ranah keredhaanNya.

Instagram