Menyusuri Sungai Kehidupan dengan Menikah

Kapan nikah? Duarrr!!! Jleb..jleb..jleb!!! Satu dari banyak pertanyaan menyebalkan ketika kamu nanti sudah menginjak usia matang dan belum memiliki pasangan. Hahaha... Tenang aja, bukan hanya kamu yang mengalami hal ini, mungkin ada ribuan / jutaan individu di luar sana juga sering merasakan kesel ketika mendapatkan pertanyaan itu. (termasuk saya saat menulis artikel ini) 😂

Meski ketika menulis artikel ini saya dalam status single, saya ingin sedikit bertukar pikiran lewat kata dalam memahami apa itu menikah. Menurut pandangan saya pribadi, menikah itu sangat sakral. Kenapa begitu, karena akan ada perubahan besar dalam hidup setelah kita mulai menjalani kata menikah. Apalagi jika kita terbiasa hidup sendiri dalam perantauan. Ketika menikah berarti saya harus membagi hidup saya dengan satu makhluk pilihanNya yang bernama istriku. Ish, udah baper aja ni.. 😍

Okey, back to topik. Menikah itu seperti apa sih, sedikit berimajinasi saja ni : bangun pagi udah ada dia, breakfast ada dia, ngopi pagi ada dia, working ada dia, nge-design ada dia, baca buku ada dia, bisa-bisa mandi pun ada dia, sampai tidur lagi pun ada dia. Arrrgh, membayangkan saja sudah malu kn. Apalagi hal ini akan terjadi berulang setiap hari dan mungkin sangat membosankan bertemu dengan orang yang sama setiap hari sepanjang sisa umur kita. Mengerikan!!! 😌

Itu tadi bayangan saya dulu sebelum belajar apa itu menikah, setelah mempelajari banyak tentang perihal menikah. Satu kata dalam hati yang muncul Aku Ingin Menikah!! Eits, tunggu dulu, pertanyaan 5W1H muncul seketika. Hahaha... Okey, we must have a strategy or flowchart for that!!


ZzzzzZzzZZzzz.... nge-blank ketika membuat strategy untuk menyelesaikan satu kata menikah. Hahaha.. Strategy sudah dibuat, dan jalani saja sampai nanti aku menghalalkanmu bidadariku. Silahkan kalian buat sendiri strategy kalian bagaimana meyelesaikan kata menikah. Banyak kog buku-buku yang berisi perihal tentang menikah, yang jelas bagi saya peribadi menikah itu sakral, tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa, harus prepare, penuh strategy dan kesiapan mental.

Setelah menikah nanti kita pasti bahagia pada hari H pernikahan. Tapi tidak jarang perasaan lain seperti cemas dan tidak siap dengan tanggung jawab sebagai suami/istri, menantu, atau sebagai calon orang tua akan kita alami. Tapi tenang saja, dengan banyak belajar dan mencari informasi, serta memikirkan hal-hal yang menyenangkan, kita pasti bisa melalui rasa cemas dan ketidaksiapan dalam berumah tangga. Intinya keep learning about that!!


Do'a & ikhtiar agar segera dipertemukan dan dimudahkan segala sesuatu untuk menikah.

Mungkin nanti kalian akan menikmati apa itu bercinta secara praktek, dan itu ada resikonya. Saya pribadi juga baru paham secara teori. Xexexe.. belajar itu menyenangkan dengan membaca. Untuk kalian para wanita, seiring berjalannya waktu ketika menjalani pernikahan, mungkin kalian akan merasakan adanya keanehan di dalam tubuh. Mengalami banyak perubahan, baik bentuk anggota tubuh, maupun merasa cepat lelah, pusing, mual, dll. Nah lho, kenapa itu? hayooo lho, sakit apa ya? Hahaha...Entahlah..

Nah, apa saja yang perlu dilakukan untuk memastikan kondisi di atas tadi?

  • Cek tanggal haid/menstruasi terakhir. Mengingat-ingat kapan terakhir kali haid. Sudah berapa lama telat haid.
  • Beli tespack (klo ga salah itu namanya), pastikan dengan alat tes kehamilan tersebut.
  • Periksakan diri ke dokter, bidan, puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Bisa jadi atau sangat mungkin kalian para wanita dalam kondisi hamil. What, hamil? baby? oh no... Ga usah lebay deh, hamil berarti kalian berhasil mencetak umat meski masih belum lahir ke dunia. Jangan hanya ngrasain enaknya aja ketika bercinta (katanya sih enak bingit, xixixi..), resiko bercinta adalah hamil dan mulailah bahagia dengan itu.

Untuk para calon bapak-bapak muda jangan lupa untuk selalu menemani bidadari kalian ketika periksa kehamilan, cek kehamilan itu setahu saya paling sedikit 4 kali selama kehamilan, lebih detailnya tanya bidan terdekat. Dan jangan lupa belajar untuk menjadi suami siaga. We must respect to our angel. Okey guys? 😆
Oia, sedikit info mengenai tahap kehamilan, ada tiga tahap kehamilan yang biasa disebut trimester masa kehamilan. Nah, itu dia nanti yang akan kita alami ketika sudah menikah. Prepare dan keep learn ya gaes, di artikel selanjutnya kita akan belajar bersama mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). So, ikutin terus ya blog saya. 😄



Instagram